Sabtu, 13 Maret 2010

PERATURAN DRAG BIKE


PERATURAN DRAG BIKE

DRAG BIKE adalah kejuaraan mengendarai sepeda motor dengan kecepatan tinggi yang dilakukan didalam sebuah lintasan pacu aspal yang tertutup yang terdiri dari dua buah jalur lurus sejajar dengan panjang yang sama.

I. LINTASAN UNTUK DRAG BIKE
1. Lintasan terdiri dari dua buah jalur dengan lintasan pacu dari Garis Start
sampai dengan Garis Finish sepanjang 201 meter dan panjang lintasan pengereman
sepanjang 201 meter.
2. Lebar lintasan pacu minimal 4 meter tiap jalur.
3. Lintasan harus bebas dari halangan/hambatan, dengan kondisi jalur aspal yang
datar dan rata.
4. Lintasan pacu dan pengereman harus diberi pemisah jalur yang tidak menghalangi
pandangan dengan ban atau karung dengan tinggi minimal 60 cm.
5. Lintasan pacu dan pengereman yang berbatasan dengan penonton wajib dipisahkan
dengan pagar pembatas yang tertutup rapat, Minimal 1,5 meter dari tepi jalur
lintasan.
6. Dibelakang garis start harus disediakan daerah untuk persiapan, line up dan
start dengan minimal panjang 10 meter.

II. PESERTA

1. Peserta wajib memiliki Kartu Izin Start untuk Kategori Balap Motor.
2. Setiap peserta hanya diijinkan untuk mengikuti maksimal 3 kelas Utama.
3. Setiap peserta diwajibkan memakai satu nomor start di setiap kelas yang
diikuti.
4. Setiap peserta hanya boleh mendaftar satu kali di kelas yang sama.
5. Setiap peserta wajib mendaftar minimal satu kelas di Kelas Utama.
6. Penggantian peserta sesudah scruttinering dilarang keras.

III. KELAS-KELAS UTAMA
Kelas-kelas Utama yang dilombakan untuk Kejuaraan Nasional Drag Bike adalah :

1. Kelas Campuran 250 cc 2 Langkah Tune Up
2. Kelas Bebek 125 cc 4 Langkah Tune Up
3. Kelas Sport 150 cc 2 Langkah Tune Up
4. Kelas Bebek 125 cc 2 Langkah Tune Up.

Adapun kelas-kelas lainnya merupakan Kelas Pendukung.

IV. BATAS KAPASITAS SILINDER
Kelas Campuran 250 cc 2 Langkah Tune Up : 80 cc s/d 250 cc
Kelas Bebek 125 cc 4 Langkah Tune Up : 80 cc s/d 130 cc
Kelas Sport 150 cc 2 Langkah Tune Up : 135 cc s/d 155 cc
Kelas Bebek 125 cc 2 Langkah Tune Up : 80 cc s/d 125 cc

V. TATA CARA LOMBA

1. Lomba dilaksanakan dalam 2 heat.
2. Urutan start Heat kedua berdasarkan hasil dari Heat Pertama. Waktu terkecil
pertama start dahulu, dilanjutkan urutan waktu terkecil kedua dan
seterusnya.
3. Pada saat peserta masuk ke area starting, peserta akan ditentukan panitia
jalur mana yang akan dipergunakan peserta tersebut (jalur A atau B),
dengan jalur yang berbeda setiap heat.
4. Peserta wajib membawa kendaraannya dan hadir ditempat start sesuai dengan
jadwal start untuk kelas tersebut.
5. Peserta yang terlambat hadir 5 menit setelah peserta terakhir didalam kelas
tersebut dianggap mengundurkan diri.
6. Tidak diperbolehkan memperbaiki kendaraan di area starting.
7. Tidak diperbolehkan memindahkan gigi dengan tangan.
8. Kedua tangan harus memegang stang kendaraan dan tidak diperbolehkan mengangkat
kaki, baik sebelah maupun kedua-duanya keatas jok.
9. Peserta yang mencuri start langsung dikenakan sanksi Diskualifikasi.
10. Start dilakukan dalam keadaan mesin hidup/menyala.
11. Perlombaan ini terdiri dari dua heat yang mengambil waktu tempuh tercepat
dalam detik dan pecahannya (Best time).
12. Pencatatan waktu dilakukan digaris Finish yang dilakukan dengan alat cetak dan
didukung pencatatan biasa (alat cetak waktu bukan suatu keharusan).
13. Hasil waktu tempuh peserta yang dikeluarkan oleh kamar hitung adalah mutlak
dan tidak dapat diprotes/diganggu gugat.
14. Jika terjadi nilai waktu yang sama, pemenang ditentukan dari catatan waktu
yang terbaik di heat kedua.
15. Bila masih sama, untuk menentukan pemenang dilihat dari kapasitas cc yang
lebih kecil.
16. Ada atau tidaknya suatu protes panitia berhak memerintahkan pembongkaran mesin
kendaraan peserta. Sanksi : Diskualifikasi.

VI. PENGHENTIAN LOMBA DAN RESTART.
Jika lomba harus dihentikan, baik karena ada kecelakaan, cuaca yang tidak mengijinkan atau munculnya situasi yang membahayakan apabila lomba diteruskan, maka Pimpinan Perlombaan akan mengumumkannya di garis start. Batas waktu 30 menit setelah lomba dihentikan, diadakan pemantauan situasi bersama Dewan Juri.
Keputusan untuk menghentikan lomba (dengan alasan apapun), merupakan wewenang Pimpinan Perlombaan atau Dewan Juri. Apabila Pimpinan Perlombaan tidak di tempat, dapat dilakukan oleh Wakil Pimpinan Perlombaan.
Apabila lomba dihentikan ketika start baru diselesaikan 3 pembalap atau kurang maka :

1. Lomba sebelum dihentikan dinyatakan batal.
2. Semua Pembalap yang mengikuti lomba dapat melakukan restart.
3. Jika lomba tidak mungkin dimulai kembali, maka lomba tersebut dianggap tidak
dilaksanakan dan para Pembalap tidak mendapat point kejuaraan.
4. Restart harus sudah dilakukan selambat-lambatnya 30 menit setelah penghentian
lomba.

Apabila lomba dihentikan setelah start diselesaikan 3 pembalap atau lebih, tetapi di bawah 2/3 dari jumlah peserta yang terdaftar di kelas tersebut, maka :

1. Bagian dari lomba sebelum dihentikan dinyatakan sah dan merupakan bagian dari
lomba secara keseluruhan.
2. Hasil bagian sebelum lomba dihentikan diambil /dihitung saat para pembalap
menyelesaikan start secara penuh tanpa ada tanda Bendera Merah.
Dengan demikian maka :
1. Pembalap yang diperbolehkan melakukan restart, adalah mereka yang belum
melakukan start di bagian lomba sebelum dihentikan.
2. Pembalap diperbolehkan melakukan perbaikan pada motornya.
3. Restart harus dilakukan selambat-lambatnya 30 menit setelah lomba
dihentikan.
4. Apabila restart tidak mungkin dilaksanakan dan lomba dinyatakan selesai
sampai saat dihentikan, maka point/nilai kejuaraan yang diberikan kepada
para pemenang adalah setengah dari point kejuaraan yang tercantum dalam
Peraturan Pelengkap. Apabila 2/3 dari jumah lap yang tercantum dalam
Peraturan Pelengkap telah diselesaikan, maka :
1. Lomba dinyatakan selesai.
2. Posisi/Peringkat Pembalap ditentukan oleh hasil masing-masing
Pembalap s/d saat dihentikan.
3. Point/nilai kejuaraan diberikan secara penuh.

VII. POINT DAN HADIAH UNTUK SETIAP KELAS UTAMA :
POINT/ANGKA/NILAI KEJUARAAN.

1. Point/angka diberikan kepada pemenang :
1. Tiap Heat : pada lomba yang terdiri dari beberapa Heat.
2. Peserta akan kehilangan seluruh point yang diraihnya apabila
memanipulasi data nama asli sesuai kartu pengenal sah, umur, domisili,
kategori maupun data lainnya. Dilarang keras memakai nama panggilan,
alias maupun julukan.
3. Tiap Putaran perlombaan dari suatu rangkaian seri kejuaraan.
2. Point/angka yang diberikan kepada pemenang adalah :
Pemenang ke 1 - 25 Pemenang ke 8 - 8
Pemenang ke 2 - 20 Pemenang ke 9 - 7
Pemenang ke 3 - 16 Pemenang ke 10 - 6
Pemenang ke 4 - 13 Pemenang ke 11 - 5
Pemenang ke 5 - 11 Pemenang ke 12 - 4
Pemenang ke 6 - 10 Pemenang ke 13 - 3
Pemenang ke 7 - 9 Pemenang ke 14 - 2
Pemenang ke 15 - 1
3. Hadiah :
* Juara I Rp. 1.250.000,- + Piala
* Juara II Rp. 1.000.000,- + Piala
* Juara III Rp. 800.000,- + Piala
* Juara IV Rp. 600.000,- + Piala
* Juara V Rp. 400.000,- + Piala

Hadiah uang tersebut dibagikan dengan ketentuan :
1. Keseluruhan hadiah uang tersebut diatas dibagikan apabila jumlah
pembalap yang mengikuti kelas tersebut sekurang-kurangnya 15 peserta.
2. Apabila jumlah pembalap yang mengikuti kelas tersebut 12 peserta atau
lebih tetapi kurang dari 15 peserta, hadiah uang hanya diberikan kepada
Juara I, II, III. Sedangkan Juara IV dan V hanya menerima Piala saja.
3. Apabila jumlah pembalap yang mengikuti kelas tersebut hanya 8 peserta
atau lebih tetapi kurang dari 12 peserta, maka hadiah uangnya hanya
diberikan kepada juara I, sedangkan Juara II – IV hanya menerima Piala
saja.

VIII. BIAYA PENDAFTARAN
Biaya pendaftaran maksimal sebesar Rp 200.000,-

IX. SPESIKASI GERBANG START DAN LAMPU START

1. Lampu berada ditengah lintasan berjarak 3-4 meter dari garis/gerbang start
dengan ketinggian 2–2,5 meter dari permukaan lintasan.
2. Garis start berupa 2 garis lurus sejajar melintang dilintasan dengan jarak 50
cm pada saat peserta melakukan start roda depan berada diantara 2 garis
tersebut dalam keadaan diam/statis.
3. Sensor jump start sejajar dengan garis luar (pasal 8.2)
4. Start dilakukan pada saat lampu merah padam (apabila mengunakan lampu merah)
atau pada saat lampu hijau menyala (apabila mengunakan
system Chrismas Tree).

X. PERATURAN TENTANG TEKNIK MOTOR DRAG BIKE
Kendaraan yang diperbolehkan turut serta adalah semua sepeda motor yang diproduksi negara Asia, kecuali pada kelas Campuran.
Untuk semua kelas, ketentuan masalah teknik kendaraan yang boleh dirubah atau diganti adalah :

1. Kapasitas mesin sesuai dengan kelasnya masing-masing.
2. Pelek depan dan belakang diperbolehkan diganti dengan minimum 16 inci dan
maksimum 19 inci dan merupakan pelek untuk sepeda motor.
3. Ban bebas, baik slick maupun non slick. Akan tetapi harus mempunyai kedalaman
minimal 2 mm dan merupakan ban untuk sepeda motor, dengan ukuran minimal 2.00.
4. Ukuran-ukuran ban minimal 50/90 – 17 depan
5. Ukuran-ukuran ban minimal 60/90 – 17 belakang
6. Spatbord depan harus terpasang boleh dirubah/diganti.
7. Rem depan dan belakang harus terpasang dan berfungsi sempurna.
8. Rangka diperbolehkan dibor, dengan batasan minimal 10 cm dari sambungan rangka.
9. Suspensi depan dan belakang boleh dirubah atau diganti, akan tetapi sistem
suspensi depan harus merupakan jenis telescopic dengan hydroulic atau friction
dumping dan tidak membahayakan peserta. Diperbolehkan memasang stabilisator.
10. Suspensi depan mempunyai spasi gerak peredaman minimal 5 cm.
11. Panjang atas sisa as suspensi depan tidak boleh menonjol lebih dari 5 cm di
atas stang dan diberi tutup pengaman.
12. Suspensi belakang boleh dirubah atau diganti dari suspensi ganda menjadi
monoshock atau sebaliknya dari monoshock menjadi ganda.
13. Tangki bahan bakar boleh dirubah atau diganti tetapi harus terpasang dengan
kuat pada rangka dan bahan bakar tidak mudah tumpah, di mana pengganti tangki
tidak boleh terbuat dari bahan plastik (tabung oli, jerigen dan lain-lain
dilarang, kecuali bawaan dari pabrik) dan harus mempunyai katup/ kran pembuka
dan penutup.
14. Tangki bahan bakar tidak boleh merupakan bagian dari kerangka/frame kendaraan.
15. Wajib memasang tombol cut off (pemutus arus) untuk mematikan mesin.
16. Jok boleh dirubah atau diganti dan dirancang supaya pengendara aman dan nyaman
duduk pada posisinya, harus terpasang kuat dengan ketebalan minimum 3 cm,
serta harus mempunyai rangka tersendiri.
17. Posisi pijakan kaki/footstep boleh dirubah atau diganti.
18. Pipa knalpot boleh diganti, tetapi panjangnya ke belakang tidak melebihi ban
belakang dan tidak mengenai pengendara, tangki bahan bakar atau ban.
19. Ujung stang/handlebar harus tertutup karet, sedangkan ujung batang handle rem
dan kopling harus bundar, tidak boleh lancip dan runcing.
20. Diperbolehkan untuk melakukan modifikasi/perubahan untuk seluruh bagian dalam
mesin dan perseneling (gear box).
21. Stang stir (pengemudi )boleh dirubah pakai system stang jepit.
22. Kedudukan tempat pijak (footstep) boleh dirubah/dipindahkan kedudukannya .
23. Wajib membuat papan nomor untuk didepan motor boleh rata atau melengkung.
24. Berat kendaraan + pembalap sesuai dengan kelas-nya:
Berat Kering (Tanpa bahan bakar)
1. Kelas Campuran 250 cc 2 Langkah Tune Up : 125 kg.
2. Kelas Bebek 125 cc 4 Langkah Tune Up : 115 Kg.
3. Kelas Sport 150 cc 2 Langkah Tune Up : 125 Kg.
4. Kelas Bebek 125 cc 2 Langkah Tune Up : 115 Kg.
Balast atau pemberat harus berupa lempengan timah yang terikat dengan sempurna
pada rangka tengah motor
25. Karburator bebas.
26. System pengapian bebas

XI. LAIN-LAIN

1. Apabila ada pasal yang membahas hal yang sama antara Peraturan Balap Motor
dengan Peraturan Drag Bike maka yang digunakan adalah Peraturan
Drag Bike.
2. Apabila ada Peraturan yang belum tercakup di dalam Peraturan ini, semuanya
mengacu kepada Peraturan Balap Motor, yaitu : Peraturan Dasar
Olahraga Sepeda Motor Nasional berikut Lampiran-lampirannya.

Kamis, 21 Januari 2010

Top 10 Fakta Menarik Tentang Formula 1

Apabila menonton Formula 1 biasanya kita cuma memperhatikan jumlah putaran, berapa jumlah waktu yang ditempuh untuk satu putaran, posisi para pembalap, dll. Tapi dibalik itu banyak fakta-fakta menarik yang mungkin belum kita ketahui dalam Formula


ini dia beberapa diantaranya.

  1. Dalam 1 kali balapan seorang pembalap rata-rata kehilangan berat sebanyak 2 Kg. Jumlah ini bisa lebih jika balapan berlangsung pada sirkuit yang panas seperti Sepang, atau Bahrain.
  2. Jumlah berat seluruh peralatan yang harus dibawa setiap tim F1 buat satu kali balapan sebanyak 28 ton. Terdiri atas spare parts, tools, peralatan pit-stop termasuk tiga sasis cadangan. Ada sekitar 10.000 spare-part dan 1500 kertas dan kantong pembungkus dengan logo team.
  3. 100 radio komunikasi antar anggota tim serta pembalapnya selama race weekend (kamis-minggu). Alat komunikasi lain yang dibawa antara lain 16 CPU dan lebih kurang 30 notebook/laptop.
  4. Jarak pengereman yang dibutuhkan mobil-mobil F1 dari kecepatan 200km/jam sampai berhenti sempurna adalah 55 meter. Ditempuh dalam 2 detik, menghasilkan G-force sampai 5,6G. Itu artinya tubuh pembalap (terutama leher) harus menahan dorongan ke depan hingga 5,6 kali berat badannya sendiri. Buat perbandingan, mobil penumpang standar perlu jarak 120 meter untuk mengerm dari 200km/jam sampai berhenti. Dalam 4.1 detik.
  5. Tempratur di dalam knalpot mobil balap F1 mencapai 950 derajat Celcius. Saat melakukan pengereman, tempratur piringan rem mobil F1 bisa mencapai lebih dari 1000 derajat Celcius. Sedangakan suhu rata-rata dalam kokpit selama balapan adalah 55 derajat Celcius.
  6. Pembalap F1 memantau tak kurang dari 15 fungsi penting dari lampu-lampu serta LCD monitor di steering wheel mobil F1. Posisi gear, putaran mesin, kecepatan, campuran bahan bakar, dan lain-lain. Di setir juga ada tombol radio komunikasi, tombol pompa air minum, serta pengatur komputer mesin dan diferensial. Dibelakang setir ada pedal atau tuas untuk memindahkan gear.
  7. Jumlah putaran yang harus ditempuh oleh pembalap F1 sepanjang musim balapan 2008 adalah 1124 putaran/lap. Terdiri dari 17 seri balapan di 18 negara seluruh dunia.
  8. Selama race weekend tiap tim menghabiskan sekitar 1200 liter bahan bakar. Ditambah 70 liter oli mesin dan 30 liter oli girboks. Sebuah mobil balap F1 berdaya 750 dk butuh70 liter bahan bakar untuk menempuh jarak 100 km.
  9. Khusus di sirkuit Monako, seorang pembalap bisa melakukan 3100 kali perpindahan gigi selama balapan. Di sirkuit lain pembalap “hanya” melakukan rata-rata 2500 kali perpindahan gigi.
  10. Jumlah air dan minuman ringan yang dikonsumsi oleh sebuah tim balap selama race day adalah 3300 liter. Selama balapan di sirkuit bersuhu panas seperti sepang, pembalap akan kehilangan cairan tubuh (dehidrasi) sampai 2,5 liter.


powered by aksprostreet.

Senin, 04 Januari 2010

FIA Umumkan Jadwal Balap Formula 1 2010

Badan Federasi Motorsport Internasional – World Motor Sport Council (FIA) telah meluncurkan kalender balap Formula 1 pada musim 2010. Seperti biasa agenda balapan yang akan diikuti Tim F1 Panasonic Toyota Racing akan menggelar 19 seri.

Di lomba musim depan itu akan ada GP baru yang berlangsung di Korea Selatan. Hal baru lainnya adalah bila biasanya seri pembuka selalu berlangsung di Australia, maka digantikan oleh Bahrain. GP Australia pun bergeser ke seri kedua.

Pada musim 2010, akan kembali diwarnai balapan bernuansa sore dan malam. Sore hari akan berlangsung di Australia pada jam 5 sore dan Malaysia pukul 4 sore, serta Abu Dhabi tepat pada 5 sore. Balapan malam tetap berlangsung di Singapura pada pukul 8. (*)

Berikut jadwal lomba F1 2010
Seri Tanggal Negara
1. 14 Maret Bahrain
2. 28 Maret Australia
3. 4 April Malaysia
4. 18 April China
5. 9 Mei Spanyol
6. 23 Mei Monaco
7. 30 Mei Turki
8. 16 Juni Kanada
9. 27 Juni Eropa (Valencia)
10. 11 Juli Great Britain
11. 25 Juli Jerman
12. 1 Agustus Hungaria
13. 29 Agustus Belgia
14. 12 September Italia
15. 26 September Singapura
16. 3 Oktober Jepang
17. 17 Oktober Korea Selatan
18. 31 Oktober Abu Dhabi
19. 14 Nopember Brazil

Jadwal Update Motogp 2010

Dalam kalender tersebut tidak banyak kejutan yang terjadi. Hanya ada dua sirkuit baru yang akan digunakan, yaitu Balatonring dan Silverstone .

Sirkuit yang terletak di Hungaria dan Inggris itu memang sudah lama diketahui akan masuk dalam kalender tahun depan. Silverstone sendiri merupakan pengganti Donington yang ‘pensiun’ mulai 27 Juli 2009.

Musim 2010 sendiri akan dimulai pada 11 April di Qatar pada malam hari. Dan baru berakhir pada 7 November di Valencia, Spanyol.

Berikut jadwal resmi kalender MotoGP 2010 seperti dilansir dari CrashNet.

April 11 Qatar – Losail
April 25 Jepang – Motegi
Mei 2 Spanyol – Jerez
Mei 16 Perancis – Le Mans
Mei 30 Italia – Mugello
Juni 6 Inggris – Silverstone
Juni 26 Belanda - Assen
Juli 4 Catalunya – Catalunya
Juli 18 Jerman – Sachsenring
Juli 25 AS – Laguna Seca
Aug 15 Ceko – Brno
Aug 29 Indianapolis – Indianapolis
Sep 12 San Marino & Riviera – Rimini Misano
Sep 19 Hungaria – Balatonring
Oct 10 Malaysia -Sepang
Oct 17 Australia – Phillip Island
Oct 31 Portugal – Estoril
Nov 7 Valencia Ricardo Tormo – Valencia